Total Tayangan Halaman

Senin, 26 Januari 2015



BIG EVENT MX MALL
BUSINESS PRACTICE I
PERGURUAN TINGGI ASIA MALANG


  Perguruan Tinggi Swasta, Perguruan Tinggi Asia Malang yang memiliki dua kampus yang terletak di Jl. Soekarno-Hatta Rembuksari No. 1 Malang (Kampus 1) dan terletak di Jl. Borobudur No. 21 Malang (Kampus 2) ini memiliki banyak prodi, salah satunya adalah prodi manajemen. Yang membedakan diantara Perguruan Tinggi Swasta yang lain adalah pada mata kuliah prodi manajemen terdapat mata kuliah untuk mahasiswa semester satu yaitu mata kuliah “Business Practice”.
  “Business Practice” ini diadakan untuk melatih mahasiswa Perguruan Tinggi Asia khususnya semester satu untuk terjun langsung ke lapangan untuk membuat suatu project kerja yaitu big event di MX Mall. “Business Practice” terdiri atas delapan divisi diantaranya; divisi Miss Youth (modeling)

Pembukaan dan Penutupan BIG EVENT ASIA 2015 dan Lomba makan Mie ramen

                           Pembukaan sekaligus pemotongan pita Big Event ASIA 2015

       Perguruan tinggi asia malang mengadakana big event yang pertama di malang raya pada tanggal 23- 25 januari 2015 di @Mx Mall malang, yang menampilkan beberapa lomba dan hiburan diantaranya miss yout, cosplay, band dan dance, selainitu juga menghadirkan berberapa vendor baik makanan dan fashion. panitia acara tersebut yaitu seluruh mahasiswa semester 1 (manajemen, design, dan informatika). acara tersebut cukup meriah dan membuat para panitia kewalahan menangani acara tersebut karna sangat banyaknya pengunjung yang datang pada acara itu. 


                                                   Lomba : Makan Mie Ramen (Level 5)

     Selain lomba yang telah dijelaskan di atas panitia juga membantu bagi para vendor makanan untuk menyelenggarakan lomba makan mie ramen (level 5) yang pedasnya super pol, acara tersebut disambut meriah oleh para pengunjung pada hari itu (24 januari 2015) dengan biaya pendaftaran Rp. 5000,- saja mereka dapat mengkonsumsi ramen dengan murah.

       Acara tersebut ditutup pada tanggal 25 januari 2015 (malam) dan akan dilanjutkan kembali pada tanggal 1 Maret 2015 yaitu Konser pemenang lomba band selain itu juga menghadirkan Souljah dan Tipe-X yang diselenggarakan di gedung Graha Cakrawala (Univ.Malang) 

Pembukaan ASIA BIG EVENT 2015


            Tau kah anda Asia itu apa? Ya, asia merupakan salah satu sekolah tinggi swasta di kota malang yang memiliki 2 program studi yaitu STMIK dan STIE. Namun, ada keunggulan dari perguruan tinggi ini, yaitu ada salah satu mata kuliah Bussines Practice yang mengajarkan para mahasiswa untuk berbisnis dan siap dalam menghadapi dunia kerja. Dalalm mata kuliah Bussines Practice ini perguruan tinggi asia tidak hanya mengajarkan secara teori saja, namun mengajarkan para mahasiswanya untuk praktek lapangan secara langsung. Di bussines practice ini mahasiswa berperan sebagai panitia sedangkan para dosen berperan sebagai fasilitator yang akan mengarahkan para mahasiswa untuk menjalankan atau mengadakan acara BIG EVENT ASIA BP 1 2015.


BIG EVENT ASIA BP 1 2015 telah dibuka kemaren pada tanggal 23 januari 2014 di MX Mall Malang, oleh Ketua Perguruan Tinggi STMIK-STIE ASIA Malang Ir. Teguh Wiidodo, MM, YUNUS HANDOKO, SE.MM, Inge Gunawan, SE. M.Si. dan ketua CEO bussines practict 1 yaitu Abdurrahman. Acara ini akan berlangsung dari mulai tanggal 23 januari 2014 sampai tanggal 25 januari 2015, acara ini berjalan sukses karena kerja keras para panitia Bussines Practice 1 yaitu para mahasiswa yang mayoritas semester 1, para fasilitator dan dukungan para dosen serta semua mahasiswa perguruan tinggi ASIA. Sebelumnya, dalam Bussines Practice 1 ini dibentuk beberapa devisi yang akan ditampilkan pada saat big event, para mahasiswa dibentuk sesuai dengan minatnya masing masing. Ada 7 devisi dalam bussines practice ini yaitu: Rally Bussiness, Miss Youth, Cosplay, Robotic,Bazar dan acara, Olimpiade akutansi dan yang terakhir yaitu devisi Band and Dance.

Acara tersebut cukup meriah, mall Mx dibanjiri oleh pengunjung yang datang untuk melihat acara Big Event ASIA, acara tersebut diisi dengan para finalis miss youth, lomba band and dance, cosplay, penyerahan hadiah olimpiade akutansi, rally bussines,dan robotic yang sebelumnya sudah diadakan seleksi atau lomba oleh masing masing devisi tersebut, acara tersebut juga berjalan meriah karena devisi bazaar dan acara. 

        Mereka mencari vendor untuk mengisi mx mall dengan bazar baik makanan, minuman, dan fashion. selain itu mereka juga mengatur jalannya acara serta dekorasi dan perlengkapan acara big event asia 2015. Sehingga acara big event asia berjalan dengan lancar dan sukses. Dan akan di akhiri oleh konser Souljah dan Tipe-X pada tanggal 1 Maret 2015 di Graha Cakrawala (Univ Malang). 




Video Sistem Informasi Manajemen (SIM)

Pendapat masyarakat mengenai apakah SIM (Sistem Informasi Manajemen ) itu ???


yuk kita saksikan bersamaaaa, yang pasti kita bisa belajar dengan nyaman ,,, karna bukan kata-kata saja akan tetapi ada pula yang melalui lisan ,,, 
Tentunya dengan kata-kata yang bermakna pula alias gak ngawur gtu yha walaupun ad sih sedikit yang ngawung gtu ,,, yuk nonton bareng pasti ASIK ... 





Hubungan Sistem Pemrosesan Transaksi (SPT) dan Sistem Informasi Manajemen (SIM) (III)

B. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM)



    Sistem informasi manajemen merupakan sistem informasi yang mengolah data informasi menjadi informasi yang baru dan jauh lebih bermanfaat bagi para pemiliknya,


Karakteristi SIM


    Sistem informasi manajemen memiliki karakteristik sebagai berikut :

        a) SIM hanya mengambil atau membaca data dari basis data.
        b) SIM banyak mengolah informasi menjadi informasi baru dengan pengolahan 
            informasi.
        c) Informasi yang dihasilkan melalui berbagai media.
        d) Informasi yang dihasilkan diperlukan untuk pengambilan keputusan 
            terstruktur.
        e) SIM banyak digunakan oleh manajer madya, dengan tujuan untuk
            mengendalikan kegiatan perusahaan agar dapat mencapai tujuan dan sasaran 
            yang ditentukan oleh manajer puncak.
        f) SIM memerlukan waktu relatif lama untuk membangunnya, dikaeranakan 
            sistem ini tidak tergolong dalam sistem yang sangat dibutuhkan oleh 
            manajemen.

Kesimpulan Hubungan SPT dan SIM sebagai berikut :



   Sistem informasi manajemen mempunyai kaitan yang sangat erat. Basis data yang digunakan oleh masing-masing sistem tersebut saling terkait. Sebagai contoh, SIM dapat menghasilkan informasi: karyawan (data pokoknya ada di sistem informasi personalia) yang menghasilkan penjualan tertinggi (data pokoknya ada di sistem informasi pemasaran), sehingga dapat diketahui berapa laba laba yang diperoleh dari masing-masing penjualan tersebut (dari sistem informasi produksi).


   SIM merupakan sistem informasi kelanjutan dari SPT. SPT harus ada dulu dan hasilnya akan diolah oleh SIM. Meskipun demikian, tidak mudah membedakan SPT dan SIM. Dalam penerapan sistem informasi di berbagai perusahaan, seringkali SPT dan SIM sudah merupakan suatu kesatuan. Hal ini disebabkan oleh kaburnya batas antara SPT dan SIM.

   SPT mengolah data (fakta yang belum berguna untuk pembuatan keputusan) menjadi informasi. Informasi ini sudah dapat digunakan untuk membuat keputusan, tetapi lingkupnya terbatas. Apabila manajemen akan membuat keputusan yang sifatnya lebih menyeluruh, informasi tadi diolah lebih lanjut dengan pengolahan informasi. Informasi dapat dihasilkan melalui media softcopy (dihasilkan melalui tampilan di layar atau suara di speaker) maupun hardcopy (dicetak di kertas).


Selasa, 20 Januari 2015

Hubungan Sistem Pemrosesan Transaksi (SPT) dan Sistem Informasi Manajemen (SIM) (II)

4. Kegiatan Utama SPT





A. Memproses Data

               Memproses data merupakan kegiatan memanipulasi data agar diperoleh informasi yang diperlukan. Kegiatan memanipulasi data dapat berupa kegiatan aritmatika (menambah, mengurang, mengalikan dan membagi) atau kegiatan manual (meringkas, mengurutkan, memisahkan, menggabungkan, menghapus dan menyisipkan)

           Pemrosesan data dapat dilakukan secara manual maupun menggunakan komputer. Pengolahan data menggunakan komputer jauh lebih baik dibandingkan secara manual, karena konsisten, tidak terpengaruh emosi, cepat, dan teliti.

Pemrosesan data dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :
Cara Batch (Sequantial processing) dan Cara Online (Real Time)


           Cara Batch dilakukan dengan mengumpulkan data terlebih dahulu (secara fisik maupun secara digital dalam komputer). Cara initidak memerlukan biaya yang mahal bahkan cukup dengan satu komputer. Misalnya suatu perusahaan mencatat data transakasi  penjualan secara manual dalam faktur penjualan. Faktur selama satu hari yang lalu dikumpulkan, lalu esok paginya diinput dalam komputer dan diproses.

   Cara Online dilakukan setelah data transaksi dicatat. Contoh : pada waktu seseorang mengambil uang melalui ATM, datanya akan diperbarui setelah orang tersebut berhasil mengambil uangnya. Cara ini memerlukan alat yang lebih mahal, karena harus tersedia beberapa mesin atau komputer yang saling terhubung.

B. Menghasilkan Informasi Baku

      Fungsi terakhir dalam SPT adalah menghasilkan laoran yang bentuknya sudah baku. Laporan dapat berbentuk hard copy (tercetak) maupun soft copy (tampilan di komputer atau suara). Laporan yang dihasilkan oleh mesin ATM dan cash register sangat baku dan tidak banyak variasinya. Waktu pelaporan sudah ditentukan baik secara berkala (seminggu sekali) maupun setelah suatu kejadian (setelah transaksi penjualan dicatat).


5. Komponen Sistem Pemrosesan Transaksi




A. Prosedur
            Prosedur adalah serangkaian kegiatan yang sudah dibakukan untuk menangani suatu peristiwa atau transaksi yang terdiri atas beberapa urutan langkah yang tidak dapat dibalik.
Contoh : sistem penjualan barang di Supermarket. Prosedurnya adalah :
              a. Pembeli memilih dan mengambil barang
              b. Pembeli membawa barang ke kasir untuk diinput
              c. Membayar
              d. Membawa keluar barang belanjaannya

B. Perangkat Pemrosesan

     a. Dokumen
                 Dokumen adalah media yang digunakan untuk mencatat data dan menghasilkan informasi. Dokumen dapat berbentuk hard copy (misalnya formulir) maupun soft copy (misalnya tampilan di layar komputer). Dokumen digunakan untuk menyampaikan informasi atau menyampaikan perintah kepada pihak lain.

     b. Sistem Pengendalian Internal
           Sistem pengendalian internal merupakan berbagai perangkat dan prosedur yang digunakan perusahaan untuk menjamin agar sistem informasi tetap dapat digunakan dengan baik. Agar tetap terjaga kualitasnya, sistem informasi harus dilengkapi dengan sistem pengendalian internal.

          Tujuan utama sistem pengendalian internal adalah :
                 a) Melindungi harta kekayaan perusahaan, baik yang berwujud 
                     maupun tidak
                 b) Meningkatkan kehandalan dan kualitas informasi  oleh sistem
                 c) Meningkatkan efisiensi dan efektivitas kegiatan perusahaan
                 d) Meningkatkan kepatuhan terhadap kebijakan perusahaan

    c. Basis Data
               Basis data adalah sekumpulan tabel yang saling berkait. Sebuah tabel berisi data yang sejenis, misalnya tabel barang (berisi data barang secara lengkap), tabel karyawan, dan seterusnya. Antara tabel satu dengan tabel lainnya harus dapat dihubungkan, sehingga dapat menghasilkan informasi baru. Setiap sistem informasi memerlukan basis data. Basis data yang baik dapat menghasilkan informasi yang baik juga.


6. Karakteristik Data dan Informasi

       Selama ini data informasi yang sering kita dapatkan berbentuk tulisan, yaitu huruf dan angka. Dengan perkembangan teknologi, terutama teknologi komputer dan multinedia, data dan informasi tidak hanya berbentuk tulisan, tetapi sudah lebih bervariasi, yaitu berbentuk gambar, suara, warna, sinar, getaran, dan sebagainya.

          Informasi yang baik tidak hanya diperlukan oleh manajemen perusahaan, tetapi juga diperlukan oleh pihak internal dan eksternal lainnya. Misalnya, dari pihak internal, karyawan perusahaan ingin mengetahui seberapa banyak rencana produksi bulan ini, sehingga perlu disiapkan seberapa banyak bahan baku dan berapa banyak karyawan. Dari pihak eksternal contohnya adalah bank yang akan memberi kredit kepada perusahaan. Dalam hal ini, informasi menjadi suatu sumber daya yang sama pentingnya dengan sumber daya yang lain seperti dana, aktiva, dan sumber daya manusia.

Sumber : http://aangkuro.blogspot.com/2013/12/sistem-pemrosesan-transaksi_6603.html

Model Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (II)


2. Subsistem Output



a) Subsistem Perencanaan Angkatan Kerja, Perencanaan angkatan kerja melibatkan semua kegiatan yang memungkinkan manajemen untuk mengidentifikasikan kebutuhan pegawai di masa datang. Aplikasi rencanaan angkatan kerja yang paling populer adalah pembuatan bagan organisasi, peramalan gaji, dan analisis/evaluasi kerja. Sebagian besar usaha pengembangan tertuju pada analisis/evaluasi kerja, perencanaan dan pembuatan bagan organisasi.

b) Subsistem Perekrutan, perusahaan membawa pegawai baru ke dalam organisasi melalui subsistem perekrutan. Dari segi jumlah aplikasi, ini merupakan subsistem output terkecil. Namun, penelusuran pelamar telah diterapkan secara ekstensif, dan juga merupakan kegiatan pengembangan yang tinggi. Penelusuran pelamar kerja sebelum mereka dipekerjakan lebih banyak dipraktikkan daripada melakukan pencarian internal untuk menemukan calon pekerja. Hal ini menunjukkan bahwa usaha perusahaan untuk mengisi lowongan kerja lebih difokuskan pada lingkungan daripada pegawai yang ada.

c) Subsistem Manajemen Angkatan Kerja, Dalam hal jumlah aplikasi, ini merupakan subsistem terbesar. Namun, dalam hal persentase aplikasi yang digunakan, manajemen angkatan kerja di urutan terakhir. Hanya dua pertiga dari perusahaan HRSP yang menggunakan aplikasi ini. Namun, terdapat cukup usaha pengembangan yang sedang berlangsung, pada pengendalian posisi, keahlian/kompensasi, pelatihan dan suksesi.

d) Subsistem Kompensasi, Aplikasi peningkatan penghargaan telah diterapkan lebih luas daripada aplikasi HRIS lain. Semua aplikasi lain juga menikmati tingkat penerapan yang tinggi. Kehadiran adalah satu-satunya area yang paling besar usaha pengembangannya.

e) Subsistem Tunjangan, Berbagai aplikasi dalam subsistem ini umumnya sangat rumit dan sukar dilaksanakan. Defined contribution dan defined benefit memungkinkan seorang pegawai mengakumulasi dana pensiun untuk mencapai standar hidup tertentu, ditentukan dengan perhitungan aktuaria. Flexible benefit plans adalah inovasi terbaru yang memungkinkan pegawai untuk menentukan sendiri tunjangan yang diinginkan dari suatu area “menu”, yang dinamakan cafetaria style benefit plans.

f) Subsistem Pelaporan Lingkungan, berbagai aplikasi ini membuat HRIS tetap berjalan, misalnya dalam hal pelaporan kebijakan dan praktik personalia perusahaan kepada pemerintah. Berbagai aplikasi (contoh : EEO (employment opportunity)) ditujukan untuk memenuhi tanggung jawab perusahaan kepada pihak yang berkepentingan di luar perusahaan, bukan kepada manajemen.

D. Status Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Masa Kini

Karena HRIS relatif terlambat bergabung dalam komputer, HRIS dapat menjadi area fungsional berpotensi terbesar dalam menerapkan komputer untuk pemecahan masalah. HRIS ditujukan bagi fungsi manajemen pengorganisasian, penyusunan staf dan pengarahan menurut Fayol, yang selama ini diabaikan oleh sistem informasi lain. Mungkin jika manajemen puncak melihat bagaimana HRIS dapat membantu dalam area ini, statusnya akan meningkat.

E. Penggunaan Sistem Informasi Sumber Daya Manusia oleh Manajer

       Direktur SDM menggunakan informasi dari semua subsistem output,  seperti halnya eksekutif lain, manajer EEO/AA di dalam SDM, dan manajer lain di seluruh perusahaan. Manajer unit-unit di dalam SDM memiliki perhatian khusus dalam subsistem itu yang berhubungan dengan operasinya. Dua manajer di luar SDM juga memiliki kepentingan khusus yang kuat. Manajer akuntansi berkepentingan khusus karena dampak dari program konpensasi dan tunjangan pada status keuangan perusahaan. Manajer dari bagian gaji pada departemen akuntansi berkepentingan khusus dalam subsistem kompensasi.